Azaz dan filsafat olahraga
Hubungan sejarah gerak manusia dan filsafat olahraga
Pertemuan ke5
Nama : M Ridwan Julian pratama putra
Kelas : 1B
Nim : 2021151042
Mata kuliah : azas dan filsafat olahraga
Dosen : Dr. Tri bayu norito M.pd.alfo
A. PENGERTIAN FILSAFAT
Untuk memperoleh pengertian tentang filsafat diperlukan kajian yang mendalam tetang filsafat itu sendiri. Pengertian filsafat dari para filsuf selalu berbeda-beda. Pengertian filsafat dapat ditinjau dari dua segi, yaitu pengertian secara Etimologi dan pengertian secara Terminologi.
1. Pengertian Filsafat Secara Etimologi
Secara etimologik filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu Philosophia. Kata ini terdiri dari philein yang berarti kasih, liefdi yang berarti cinta atau love, dan sophia yang berarti kebijakan atau wisdom. Jadi dapat diartikan secara etimologik bahwa filsafat adalah cinta kebijakan (love of wisdom).
2. Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli
a. Plato
Filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli.
b. Rene Descartes
Filsafat adalah kumpulan segala pengetahuan dimana Tuhan, alam, dan manusia menjadi pokok penyelidikan.
c. Immanuel Kant
Filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang menjadi pokok pangkal dari segala pengetahuan, yang di dalamnya tercakup masalah epistemologi (filsafat pengetahuan) yang menjawab persoalan apa yang dapat kita ketahui.
d. Langeveld
Filsafat adalah berpikir tentang masalah-masalah yang akhir dan yang menentukan, yaitu masalah-masalah yang mengenai makna keadaan, Tuhan, keabadian, dan kebebasan.
e. Prof. Mr. Muhammad Yamin
Filsafart ialah pemusatan pikiran sehingga manusia menemui kepribadiannya seraya di dalam kepribadiannya itu dialaminya kesungguhan.
Berdasarkan dari pengetian-pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Filsafat adalah suatu usaha untuk memahami hakikat, mempersolakan suatu isu secara kritis, guna memperoleh pengetahuan yang paling hakiki pada suatu bidang tertentu.
B. RUANG LINGKUP FILSAFAT
Ruang lingkup filsafat adalah segala sesuatu lapangan pikiran manusia yang amat luas. Segala sesuatu yang mungkin ada dan benar, benar ada (nyata), baik material konkrit maupuan nonmaterial abstrak (tidak terlihat). Ruang lingkup filsafat dapat dibedakan menjadi dua yaitu objek material filsafat dan objek formal filsafat.
a. Objek Material Filsafat
Objek material, yaitu hal yang diselidiki, dipandang, atau disorot oleh suatu disiplin ilmu, selain itu objek material dapat berupa suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan. Objek material dapat mencakup apa saja, baik hal-hal konkret atau pun hal yang abstrak.
Para ahli menerangkan bahwa objek filsafat itu dibedakan atas objek material atau objek materiil filsafat; segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, baik materiil konkret, phisis maupun nonmateriil abstrak, psikhis, termasuk pula pengertian abstrak-logis, konsepsional, spiritual, nilai-nilai. Dengan demikian objek filsafat tak terbatas.
b. Objek Formal Filsafat
Objek formal filsafat diartikan sebagai sudut pandangan yang ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan itu, atau sudut darimana objek material itu ditinjau. Objek formal suatu ilmu tidak hanya memberi keutuhan suatu ilmu, tetapi pada saat yang sama membedakannya dari bidang lain. Satu objek material dapat ditinjau dari berbagai sudut pandangan sehingga menimbulkan ilmu yang berbeda-beda. Misalnya objek materialnya adalah “manusia” dan manusia ini ditinjau dari sudut pandangan yang berbeda-beda sehingga ada beberapa ilmu yang mempelajari manusia di antaranya psikologi, antropologi, sosiologi, dan sebagainya.
Jadi yang membedakan antara filsafat dengan ilmu-i1mu lain terletak dalam objek material dan objek formalnya. Kalau dalam ilmu-ilmu lain objek materialnya membatasi diri, sedangkan pada filsafat tidak membatasi diri. Adapun pada objek formalnya membahas objek materialnya itu sampai ke hakikat atau esensi dari yang dihadapinya.
C. SEJARAH PERKEMBANGAN FILSAFAT
Perkembangan filsafat dapat dikelompokkan dalam beberapa periode sebagai berikut:
a. Zamam Yunani Klasik
Periode filsafat Yunani memegang peran krusial dalam sejarah peradaban manusia karena pada waktu itu terjadi perubahan besar dalam pola berpikir manusia dari mitos–mitos kepada pemikiran–pemikiran rasional. Setelah abad ke 6 SM ketika filsafat tampil ke pentas dunia, mitos dan dongeng sekian lama diyakini sebagai yang menjelaskan gejala–gejala alam dan teka-teki relasi antar manusia, manusia dengan alam sekitar dan dengan alam gaib dianggap runtuh. Manusia yang dulunya pasif dan pasrah dalam menghadapi fenomena alam menjadi lebih akrif dan kreatif dan mau menguasai alam ini. Alam menjadi objek kuasa dan penelitian manusia.
b. Zaman Pra Yunani Kuno
· Mitologi dianggap sebagai dasar kuat untuk menjelaskan segala sesuatu dalam alam dan bahkan menjelaskan teka–teki alam semesta. Lewat cara ini manusia sudah mulai dilatih untuk mulai berpikir.
· Kesusastraan Yunani; sebelum filsafat secara formal lahir sudah karya–karya besar HOMOREUS seperti Lliad dan Odysseas, dimana syair dalam karya–karya tersebut selalu digunakan sebagai buku-buku pendidikan untuk rakyat yunani.
Komentar
Posting Komentar