Pengertian olahraga
Pertemuan ke3
Nama : M Ridwan Julian pratama putra
Kelas : 1B
Nim : 2021151042
Mata kuliah : azas dan filsafat olahraga
Dosen : Dr. Tri bayu norito M.pd.alfo
A. Pengertian Pendidikan Jasmani
Pendidikan jasmani merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan pada
umumnya yang mempengaruhi potensi peserta didik dalam hal kognitif, afektif, dan
psikomotor melalui aktivitas jasmani. Melalui aktivitas jasmani anak akan
memperoleh berbagai macam pengalaman yang berharga untuk kehidupan seperti
kecerdasan, emosi, perhatian, kerjasama, keterampilan, dsb. Aktivitas jasmani untuk
pendidikan jasmani ini dapat melalui olahraga atau non olahraga. Pengertian
pendidikan jasmani telah banyak diterangkan oleh para ahli pendidikan jasmani
diantaranya adalah :
Williams menyatakan bahwa pendidikan jasmani adalah semua aktivitas manusia
yang dipilih jenisnya dan dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Singer memberi batasan mengenai pendidikan jasmani sebagai pendidikan melalui
jasmani berbentuk suatu program aktivitas jasmani yang medianya gerak tubuh
dirancang untuk menghasilkan beragam pengalaman dan tujuan antara lain belajar,
sosial, intelektual, keindahan dan kesehatan.
UNESCO memberikan pengertian pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan
manusia sebagai individu atau anggota masyarakat dilakukan secara sadar dan
sistematis melalui berbagai kegiatan jasmani untuk memperoleh peningkatan
kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan dan pembangunan
watak.
Bucher menyatakan bahwa pendidikan jasmani merupakan bagian yang integral
dari seluruh proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan fisik, mental, emosi,
dan sosial, melalui aktivitas jasmani yang telah dipilih untuk mencapai hasilnya.
Frost menyatakan bawa pendidikan jasmani terdiri dari perubahan dan
penyesuaian yang terjadi pada individu bila ia bergerak dan mempelajari gerak.
Termasuk di dalam gerak adalah merangkak, berjalan, berlari, memanjat, melompat,
melempar dan gerakan lain yang dilakukan bila berpartisipasi dalam permaianan,
senam, tari, renang, dan beladiri.
Sukintaka menyatakan bahwa pendidikan jasmani merupakan bagian yang integral
dari pendidikan total yang mencoba mencapai tujuan untuk mengembangkan
kebugaran jasmani, mental sosial, serta emosional dalam kerangka menuju manusia.
Pengertian Pendidikan Olahraga
Ada kesalahpahaman bahwa pendidikan jasmani sama dengan pendidikan olahraga.
Keduanya berbeda, pendidikan jasmani lebih menekankan pada pengembangan
keterampilan motorik dasar dan memperkaya perbendaharaan gerak. Pendidikan
olahraga menekankan pada pembinaan keterampilan berolahraga dan menghayati
nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan berlatih dan bertanding (Jewet, 1994; Jewet et
al., 1995). Semua anak dibekali pengalaman nyata untuk berperan dalam pembinaan
olahraga, seperti wasit, atlet, atau pelatih.
Pendidikan olahraga adalah pendidikan yang membina anak agar menguasai
cabang-cabang olahraga tertentu. Kepada peserta didik diperkenalkan berbagai
cabang olahraga agar mereka menguasai keterampilan berolahraga. Yang ditekankan
di sini adalah hasil dari pembelajaran itu, sehingga metode pengajaran serta
bagaimana anak menjalani pembelajarannya didikte oleh tujuan yang ingin dicapai.
Ciri-ciri pelatihan olahraga menyusup ke dalam proses pembelajaran.
Yang sering terjadi pada pembelajaran „pendidikan olahraga„ adalah bahwa guru
kurang memperhatikan kemampuan dan kebutuhan peserta didik. Jika peserta didik
harus belajar bermain bola voli, mereka belajar keterampilan teknik bola voli
secara langsung. Teknik-teknik dasar dalam pelajaran demikian lebih ditekankan,
sementara tahapan penyajian tugas gerak yang disesuaikan dengan kemampuan
anak kurang diperhatikan.
Guru demikian akan berkata: “kalau perlu tidak usah ada pentahapan, karena anak
akan dapat mempelajarinya secara langsung. Beri mereka bola, dan instruksikan
anak supaya bermain langsung”. Anak yang sudah terampil biasanya dapat menjadi
contoh, dan anak yang belum terampil belajar dari mengamati demonstrasi
temannya yang sudah mahir tadi. Untuk pengajaran model seperti ini, ada ungkapan:
“Kalau anda ingin anak belajar renang, lemparkan mereka ke kolam yang paling
dalam, dan mereka akan bisa sendiri.
B. Tujuan pendidikan jasmani dan olahraga
Tujuan pendidikan jasmani mencakup aspek organik, kognitif, neuromuskuler, perseptual,
sosial dan emosional.
Pendidikan jasmani memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk:
Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan, kepercayaan diri yang berkaitan
dengan aktivitas jasmani, perkembangan estetika, dan perkembangan sosial, kemampuan
untuk menguasai keterampilan gerak dasar yang akan mendorong partisipasinya dalam
aneka aktivitas jasmani, Memperoleh dan mempertahankan derajat kebugaran jasmani
yang optimal, Mengembangkan nilai-nilai pribadi, Meletakan landasan karakter moral yang
kuat melalui internalisasi nilai Pendidikan Jasmani, Menumbuhkan kemampuan berfikir kritis
melalui pelaksanaan tugas-tugas ajar Pendidikan Jasmani, Me n ge m ba n gk a n sikap sportif,
jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis melalui aktivitas
jasmani, mengembangkan kemampuan gerak dan keterampilan berbagai macam permainan dan
olahraga.
Pendidikan olahraga menekankan pada pembinaan keterampilan berolahraga dan
menghayati nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan berlatih dan bertanding(Jewet, 1994;
Jewet et al., 1995).
Pendidikan olahraga adalah pendidikan yang membina anak agar menguasai cabang-
cabang olahraga tertentu.
C. Manfaat pendidikan jasmani dan olahraga
Manfaat Pendidikan Jasmani, dan olahraga
1) Aspek Organik
a) Menjadikan fungsi sistem tubuh menjadi lebih baik sehingga individu dapat
memenuhi tuntutan lingkungannya secara memadai serta memiliki landasan
untuk pengembangan keterampilan.
b) Meningkatkan kekuatan otot, yaitu jumlah tenaga maksimum yang
dikeluarkan oleh otot atau kelompok otot.
c) Meningkatkan daya tahan otot, yaitu kemampuan otot atau kelompok otot
untuk menekan kerja dalam waktu yang lama.
d) Meningkatkan daya tahan kardiovaskuler, kapasitas individu untuk
melakukan aktivitas yang berat secara terus menerus dalam waktu yang
relatif lama.
e) Meningkatkan fleksibilitas, yaitu: rentang gerak dalam persendian yang
diperlukan untuk menghasilkan gerakan yang efisien dan mengurangi
2) Aspek Neuromuskuler
a) Meningkatkan keharmonisan antara fungsi saraf dan otot.
b) Mengembangkan gerak dasar lokomotor, seperti: berjalan, berlari,
melompat, meloncat, meluncur, melangkah, mendorong,
menderap/mencongklang, berguling, menarik.
c) Mengembangkan gerak dasar non-lokomotor, seperti: mengayun,
melengok, meliuk, bergoyang, meregang, menekuk, menggantung,
membongkok.
d) Mengembangkan gerak dasar manipulatif, seperti: memukul, menendang,
menangkap, menghentikan, melempar, mengubah arah, memantulkan,
menggulirkan, memvoli.
e) Mengembangkan komponen fisik, seperti: kekuatan, daya tahan,
kelentukan, kecepatan, keseimbangan, ketepatan, power.
f) Mengembangkan kemampuan kinestetik seperti: rasa gerak, irama, waktu
reaksi dan koordinasi.
g) Mengembangkan potensi diri melalui aktivitas jasmani dan olahraga,
seperti: sepakbola, softball, bolavoli, bolabasket, bolatangan, baseball,
atletik, tennis, tennis meja, beladiri dan lain sebagainya.
h) Mengembangkan aktivitas jasmani di alam bebas melalui berbagai
kegiatan, seperti: menjelajah, mendaki, berkemah, dan lainnya.
3) Aspek Perseptual
a) Mengembangkan kemampuan menerima dan membedakan isyarat.
b) Mengembangkan hubungan-hubungan yang berkaitan dengan tempat atau
ruang, yaitu kemampuan mengenali objek yang berada di depan, belakang,
bawah, sebelah kanan, atau di sebelah kiri dari dirinya.
c) Mengembangkan koordinasi gerak visual, yaitu: kemampuan
mengkoordinasikan pandangan dengan keterampilan gerak yang
melibatkan tangan, tubuh, dan atau kaki.
d) Mengembangkan keseimbangan tubuh (statis dan dinamis), yaitu:
kemampuan mempertahankan keseimbangan statis dan dinamis.
e) Mengembangkan dominasi (dominancy), yaitu: konsistensi dalam
menggunakan tangan atau kaki kanan/kiri dalam melempar atau
menendang.
f) Mengembangkan lateralitas (laterility), yaitu: kemampuan membedakan
antara sisi kanan atau kiri tubuh dan diantara bagian dalam kanan atau kiri
tubuhnya sendiri.
4) Aspek Kognitif
a) Mengembangkan kemampuan menemukan sesuatu, memahami,
memperoleh pengetahuan dan mengambil keputusan.
b) Meningkatkan pengetahuan tentang peraturan permainan, keselamatan, dan
etika.
c) Mengembangkan kemampuan penggunaan taktik dan strategi dalam
aktivitas yang terorganisasi.
d) Meningkatkan pemahaman bagaimana fungsi tubuh dan hubungannya
dengan aktivitas jasmani.
e) Menghargai kinerja tubuh, penggunaan pertimbangan yang berhubungan
dengan jarak, waktu, tempat, bentuk, kecepatan, dan arah yang digunakan
dalam mengimplementasikan aktivitas dan dirinya.
5) Aspek Sosial
a) Menyesuaikan diri dengan orang lain dan lingkungan dimana berada.
b) Mengembangkan kemampuan membuat pertimbangan dan keputusan
dalam kelompok.
c) Belajar berkomunikasi dengan orang lain.
d) Mengembangkan kemampuan bertukar pikiran dan mengevaluasi ide dalam
kelompok.
e) Mengembangkan kepribadian, sikap, dan nilai agar dapat berfungsi sebagai
anggota masyarakat.
f) Mengembangkan rasa memiliki dan tanggungjawab di masyarakat.
g) Menggunakan waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat.
6) Aspek Emosional
a) Mengembangkan respon positif terhadap aktivitas jasmani.
b) Mengembangkan reaksi yang positif sebagai penonton.
c) Melepas ketegangan melalui aktivitas fisik yang tepat.
d) Memberikan saluran untuk mengekpresikan diri dan kreativitas.
7) Aspek Rehabilitasi
a) Terapi dan koreksi terhadap kelainan sikap tubuh.
b) Rehabilitasi terhadap cacat fisik dan penyakit fisik yang bersifat sementara.
RANGKUMAN
Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan,
yang memfokuskan pengembangan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak,
keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan
moral melalui aktivitas jasmani. Atau dengan kata lain pendidikan jasmani merupakan proses
pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani dan direncanakan secara sistematik bertujuan
untuk meningkatkan individu secara organik, neuromuskuler, perseptual, kognitif, sosial dan
emosional.
Komentar
Posting Komentar